Yogyakarta, atau yang akrab disebut Jogja, memang bukan sekadar kota pelajar. Jogja juga adalah kota sejarah dan budaya yang menyimpan banyak jejak masa lalu – dari kerajaan Mataram, masa kolonial, hingga perjuangan kemerdekaan.
Buat kamu yang lagi merencanakan liburan, menjelajahi wisata sejarah di Jogja itu ibarat baca buku sejarah, tapi versi nyata.
Kamu bukan cuma jalan-jalan dan foto-foto, tapi juga pulang dengan pengetahuan baru dan rasa kagum sama peradaban nenek moyang.
Baca Juga
Yuk, kita bahas satu per satu 10 tempat wisata sejarah di Jogja yang wajib banget kamu masukin ke itinerary.
1. Keraton Yogyakarta – Jantung Budaya dan Singgasana Sultan

HTM: ± Rp15.000 (lokal), Rp25.000 (turis asing)
Jam buka umum: sekitar 08.30–14.30 WIB (cek lagi sebelum berkunjung, bisa berubah)
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sudah berdiri sejak tahun 1755 atas perintah Sultan Hamengkubuwono I.
Inilah jantungnya Yogyakarta: tempat tinggal sultan, pusat pemerintahan, sekaligus pusat budaya dan spiritual.
Daya tarik utama Keraton
Di dalam kompleks keraton, kamu bisa menemukan:
- Pendopo megah dengan arsitektur Jawa klasik
- Museum yang berisi koleksi keris, gamelan, perabot kerajaan, foto-foto, hingga benda pusaka
- Batik dan busana tradisional yang memvisualisasikan gaya hidup keluarga keraton
- Kereta kencana yang dulunya dipakai untuk upacara dan acara kenegaraan
Kalau datang di pagi hari, kamu juga bisa menyaksikan pertunjukan seni tradisional seperti wayang, tari, atau karawitan yang biasanya berlangsung sekitar pukul 09.00–11.00 WIB.
Lokasi & tips berkunjung
- Lokasi: pusat Kota Jogja, dekat Alun-Alun Utara
- Datang pagi biar tidak terlalu panas dan belum terlalu ramai
- Pakai pakaian yang sopan dan nyaman
- Sediakan waktu minimal 1,5–2 jam untuk eksplor dengan santai
2. Taman Sari – Istana Air Penuh Romansa dan Misteri
HTM: kisaran Rp15.000 (lokal), Rp25.000 (turis asing)
Jam buka umum: sekitar 09.00–15.00 WIB, tiap hari (cek update sebelum datang)
Taman Sari dibangun pada tahun 1758 oleh Sultan Hamengkubuwono I sebagai taman rekreasi dan tempat peristirahatan keluarga sultan.
Dahulu, area ini adalah kompleks megah dengan taman, kolam pemandian, kanal air, dan ruang-ruang khusus raja beserta keluarganya.
Apa yang bisa kamu lihat di Taman Sari?
- Kolam pemandian utama dengan air jernih dan bangunan berarsitektur unik
- Lorong bawah tanah yang konon dulu juga berfungsi sebagai jalur pelarian dan pertahanan
- Area bekas masjid bawah tanah dengan desain tangga melingkar yang sangat ikonik
Beberapa akses lorong masih dibatasi sejak pandemi, jadi sebelum datang ada baiknya cek info terbaru.
Lokasi & tips
- Lokasi: sekitar 10–15 menit dari Keraton Yogyakarta
- Bisa dijangkau dengan becak, andong, atau kendaraan pribadi
- Datang pagi hari atau menjelang sore untuk cahaya foto yang lebih lembut
- Pakai alas kaki yang nyaman karena ada banyak anak tangga
3. Candi Prambanan – Mahakarya Candi Hindu yang Megah

HTM lokal: ± Rp25.000 (anak 3–10 tahun), Rp50.000 (dewasa)
HTM asing: ± Rp250.000 (anak), Rp400.000 (dewasa)
Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia dan menjadi salah satu ikon wisata Jogja.
Kompleks ini diperkirakan dibangun sekitar abad ke-9 oleh Raja Balitung Maha Sambu dari Wangsa Sanjaya, sebagai penghormatan kepada Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Siwa.
Daya tarik Candi Prambanan
- Candi Siwa setinggi 47 meter yang berdiri megah di tengah kompleks
- Relief Ramayana yang dipahat dengan detail luar biasa di dinding candi
- Puluhan candi kecil di sekelilingnya yang menambah kesan megah
- Area taman luas yang bisa dieksplor dengan sepeda, skuter, atau kereta mini
Tak jauh dari kompleks candi, kamu juga bisa menikmati Sendratari Ramayana yang menggabungkan drama, tari, musik, dan cerita legenda Jawa dalam satu panggung.
Lokasi & tips
- Lokasi: perbatasan Sleman – Klaten, sekitar 17 km dari pusat kota
- Waktu terbaik: sore menjelang sunset atau pagi hari
- Pakai topi/payung, karena area cukup terbuka dan panas di siang hari
- Minimal sediakan 2–3 jam untuk eksplor dengan nyaman
4. Museum Benteng Vredeburg – Dari Benteng Kolonial Jadi Museum Edukatif
HTM:
- Weekday: mulai ± Rp10.000 (anak), Rp15.000 (dewasa)
- Weekend: bisa naik hingga Rp20.000–25.000 (dewasa)
Jam buka: umumnya 08.00–20.00 WIB pada hari kerja, dan hingga malam tertentu di akhir pekan
Benteng Vredeburg dibangun sekitar tahun 1760 oleh Belanda sebagai markas pertahanan yang mengawasi Keraton Yogyakarta.
Kini, bangunan tersebut dialihfungsikan menjadi museum yang sangat informatif tentang sejarah Indonesia, khususnya masa penjajahan hingga kemerdekaan.
Apa yang bisa kamu pelajari di Vredeburg?
- Deretan diorama perjuangan rakyat dan tokoh nasional
- Koleksi foto, peta, dan arsip sejarah
- Peralatan perang dan benda-benda peninggalan pejuang
- Ruang pamer tematik tentang peristiwa penting di Indonesia
Yang menarik, Vredeburg sering mengadakan pameran temporer dan kegiatan edukasi, jadi suasananya tidak membosankan.
Lokasi & tips
- Lokasi: tepat di ujung Jalan Malioboro, dekat Titik Nol Kilometer
- Cocok untuk wisata keluarga dan rombongan sekolah
- Luangkan waktu ±2 jam supaya bisa baca diorama dengan santai
5. Masjid Gedhe Kauman – Perpaduan Religi, Budaya, dan Sejarah

HTM: Gratis
Masjid Gedhe Kauman berdiri sejak tahun 1773 dan menjadi masjid kerajaan Kesultanan Yogyakarta.
Arsitekturnya dipengaruhi gaya Demak dengan atap bersusun tiga dan ornamen khas Jawa.
Daya tarik Masjid Gedhe Kauman
- Atap limasan bersusun tiga yang melambangkan tingkatan spiritual
- Hiasan mahkota berbentuk bunga di puncak atap yang menandakan masjid milik sultan
- Tiang-tiang kayu besar dan ukiran tradisional di bagian dalam
- Suasana teduh, adem, dan sangat mendukung untuk ibadah dan refleksi diri
Masjid ini juga sering menjadi pusat kegiatan keagamaan besar, seperti salat Id dan pengajian akbar.
Lokasi & tips
- Lokasi: di sebelah barat Alun-Alun Utara, masih dalam kawasan keraton
- Pakai pakaian sopan (lengan panjang, bawahan panjang)
- Jaga ketenangan dan kesopanan selama berada di area masjid
6. Monumen Jogja Kembali (Monjali) – Mengingat Kembali Perjuangan Pahlawan
HTM: sekitar Rp15.000
Monumen Jogja Kembali dibangun pada 1985 untuk memperingati kembalinya Yogyakarta sebagai Ibu Kota RI setelah pendudukan Belanda.
Bentuk bangunannya menyerupai tumpeng, melambangkan rasa syukur atas perjuangan para pahlawan.
Isi dan daya tarik Monjali
Bangunan ini terdiri dari tiga lantai:
- Lantai 1
- Ruang museum perjuangan
- Foto-foto dokumentasi
- Koleksi senjata dan peralatan perang
- Lantai 2
- 10 diorama yang menggambarkan momen penting perjuangan
- 40 relief yang mengisahkan kronologi sejarah
- Lantai 3 – Ruang Garba Graha
- Ruang sunyi untuk merenung dan mendoakan para pahlawan
- Suasananya dibuat khidmat dan tenang
Di luar gedung, terdapat area taman yang asri dan sering digunakan sebagai ruang publik, termasuk event tertentu.
Lokasi & tips
- Lokasi: Jalan Ring Road Utara, dekat kawasan Sleman
- Waktu terbaik: pagi atau sore, karena siang hari cukup terik
- Cocok untuk wisata edukasi keluarga dan anak sekolah
7. Candi Ratu Boko – Reruntuhan Istana di Puncak Bukit

HTM lokal: ± Rp20.000 (anak), Rp40.000 (dewasa)
HTM asing: ± Rp200.000 (anak), Rp275.000 (dewasa)
Meski disebut candi, Ratu Boko sebenarnya lebih mirip kompleks istana kuno yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra.
Karena sempat dikuasai oleh raja-raja Mataram Hindu, kamu akan menemukan perpaduan unsur Hindu dan Buddha di sini.
Apa yang menarik di Ratu Boko?
- Gerbang utama yang ikonik dan sering jadi spot foto favorit
- Reruntuhan istana, ruang-ruang istirahat, dan kolam pemandian
- Area bekas tempat ibadah dan ritual
- Letaknya di ketinggian hampir 200 mdpl, dengan pemandangan ke arah Prambanan dan Kota Jogja
Menjelang sore, Ratu Boko jadi salah satu spot sunset tercantik di Jogja. Langit oranye berpadu dengan siluet gerbang batu-estetik banget!
Lokasi & tips
- Lokasi: dekat area Prambanan, sekitar 3–4 km dari kompleks Candi Prambanan
- Medan agak menanjak, jadi pastikan kendaraan dalam kondisi baik
- Kalau mau sunset, datang sekitar pukul 16.00 dan siapkan kamera terbaikmu
8. Museum Ullen Sentalu – Menyelami Elegansi Budaya Jawa
HTM: kisaran Rp50.000–100.000 tergantung jenis tur
Jam buka: Selasa–Minggu, 08.30–16.00 WIB, Senin tutup
Museum Ullen Sentalu berada di kawasan Kaliurang yang sejuk. Museum ini sering disebut sebagai museum budaya Jawa paling elegan di Jogja, karena cara penyajian koleksinya yang rapi, naratif, dan penuh seni.
Pengalaman tur di Ullen Sentalu
Kamu akan diajak tur selama sekitar 45 menit dengan pemandu. Tur ini dibagi beberapa paket, seperti:
- Tur Adiluhung Mataram
- Tur Vorstenlanden
- Tur Skriptorium
- English Guided Tour (untuk wisatawan asing)
Di dalamnya, kamu akan melihat:
- Lukisan keluarga kerajaan Mataram
- Koleksi batik vorstenlanden (batik keraton)
- Arca Hindu-Buddha
- Foto, arsip, dan kisah kehidupan bangsawan Jawa
Atmosfer di dalam museum tenang, hening, dan sedikit temaram-membuat suasana terasa intim dan penuh nuansa misteri.
Lokasi & tips
- Lokasi: Kaliurang, Sleman, di area perbukitan yang dingin
- Bawa jaket tipis karena udara cukup sejuk
- Tidak diperkenankan foto di beberapa ruangan, ikuti aturan pemandu
- Sebaiknya reservasi kalau datang rombongan
9. Candi Ijo – Candi Tertinggi di Jogja dengan View Spektakuler

HTM: sekitar Rp7.000 (lokal), Rp10.000 (asing)
Candi Ijo merupakan candi dengan lokasi tertinggi di Yogyakarta, dibangun sekitar abad ke-9.
Letaknya yang berada di atas bukit membuat tempat ini punya pemandangan super luas ke arah kota dan perbukitan.
Daya tarik Candi Ijo
- Kompleks candi kecil tapi unik, dengan suasana tenang
- Pemandangan hamparan sawah, pemukiman, hingga garis Pantai Selatan di kejauhan
- Salah satu spot sunset tersembunyi yang makin populer beberapa tahun terakhir
Karena belum seramai Prambanan, suasana di Candi Ijo cenderung lebih santai dan nyaman untuk duduk berlama-lama.
Lokasi & tips
- Lokasi: tidak jauh dari Candi Ratu Boko, bisa dikombinasikan dalam satu perjalanan
- Jalan agak menanjak dan berkelok, hati-hati saat membawa motor
- Kalau mau sunset, tetap perhatikan jam operasional dan jangan pulang terlalu malam karena jalanan cukup gelap
10. Situs Warungboto – Pesanggrahan yang Instagramable
HTM: Gratis
Situs Warungboto dulunya adalah pesanggrahan atau tempat peristirahatan keluarga kerajaan, dibangun pada abad ke-18 di masa Sultan Hamengkubuwono II.
Sekilas, suasana di sini mengingatkan pada Taman Sari, dengan dinding tebal, kolam, dan ruangan bertingkat.
Apa yang menarik di Situs Warungboto?
- Arsitekturnya simpel tapi fotogenik, dengan dinding batu bata dan bentuk ruang yang tegas
- Kolam pemandian yang kini menjadi latar foto favorit
- Banyak spot yang sering dipakai untuk prewedding, foto fashion, hingga konten media sosial
Suasananya relatif lebih sepi dibanding Taman Sari, jadi kamu bisa eksplor dan foto-foto lebih leluasa.
Lokasi & tips
- Lokasi: sekitar area Umbulharjo, tidak terlalu jauh dari pusat kota
- Datang pagi atau sore untuk menghindari panas
- Karena HTM gratis, tetap jaga kebersihan dan hormati area situs bersejarah ini
Itu dia 10 tempat wisata sejarah di Jogja yang tidak hanya indah secara visual, tapi juga sarat nilai budaya dan perjuangan.
Mengunjungi tempat-tempat ini akan membuatmu melihat Jogja dari sudut pandang yang berbeda-bukan hanya sebagai kota wisata, tapi juga sebagai saksi perjalanan panjang bangsa.
Kalau kamu sedang menyusun itinerary, coba kombinasikan:
- Hari 1: Keraton, Taman Sari, Masjid Gedhe Kauman, Situs Warungboto
- Hari 2: Prambanan, Ratu Boko, Candi Ijo
- Hari 3: Vredeburg, Monjali, Ullen Sentalu
Dijamin, liburanmu ke Jogja bakal jauh lebih berkesan dan bermakna.














